Monday, December 2, 2013

Desain Almamater

Membuat Design Almamater dengan Corel X3


Salam sejahtera buat kita semua ..ketemu lagi dengan saya,.
Pada Xini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang cara membuat design almamater dalam coreldraw X3
Ok .. bagi yang berminat langsung ikuti langkah – langkahnya di bawah ini :

Langkah 1
Buat lah sebuah rangka untuk lengan almamater , anda dapat menggunakan
Bezier Tool kurang lebih anda membuat design rangka lengannya seperti ini
Untuk langan kirinya anda dapat mengcopy langan yang telah di buat sebelumnya tadi, dengan cara “ klik kanan tahan pada object – pindahkan – klik kiri dan lepad “

Langkah 2
Di langkah ke dua ini anda membuat rangka body pada almamater, cara yg di gunakan sma seperti langkah 1, yaitu anda dapat menggunakan ‘ Bizier tool ‘ buatlah rangka bodynya kurang lebih seperti contoh di bawah ini
Untuk rangka body kirinya anda dapat mengcopy langan yang telah di buat sebelumnya tadi, dengan cara “ klik kanan tahan pada object – pindahkan – klik kiri dan lepad “

Langkah 3
Di langkah ini anda dapat menambahkan garis panjang di bawah kerah dan sedikit tambahan di bawah rangka body yang sebelumnya telah kita buat tadi
hingga hasilnya jadi seperti di bawah ini “yang bewarna hitam“
Jangan lupa untuk menambahkan juga sebuah grafic kancing yang akan Qita taruh di ujung rangka body seperti di atas. Untuk membuatnya anda dapat menggunakan
ada di sebelah kiri papan menu corel anda.
Da Untuk membuat rangkanya seperti di atas cara yang di gunakan sama seperti langkah 2, “tambahan agar hasil garis pada rangka yang telah Qita buat lebih terlihat nyata anda dapat mengaturnya dengan menggunakan “ Shap Tool ” .

Langkah 4
Sekarang buatlah tambahan 3 buah kancing dan garis batas pada ujung lengan..
Untuk membuat kancing, caranya sama seperti sebelumnya anda membuat kancing di langkah 3 . dan untuk membuat garis batas anda dapat menggunakan ‘Free Hand Tool’ seperti ini
, higga hasilnya tampak seperti di bawah ini :
Dan untuk sebelah kirinya anda dapat mengcopasnya langsung, caranya ikuti seperti keterangan pada langkah 2 di atas.

Langkah 5
Nah... di langkah 5 ini tugas anda sudah sedikit lebih ringan , disini anda tiggal membuat kerah yang akan kita gunakan untuk almamater yang kita buat.
Untuk membuatnya anda dapat menggunakan ‘ Bizier Tool ‘ atau
‘ Free Hand Tool ‘ dan setelah itu edit sedikit pada garis yang anda buat dengan menggunakan “ Shap Tool ” . bentuklah garis yang andabuat menjadi setengah lingkaran.
Kurang lebih Y seperti dibawah ini jadinya “yang warna hitam”
NEXT...

Langkah 6
Buatlah tambahan grafis yang akan nantinya kita letak di atas pundak dari almamater yang telah kita design..
Untuk membuatnya sama dengan saat anda membuat tambahan dibawah rangka body, seperti lagkah 3 di atas, dan jangan lupa tambahkan dua buah kancing di dalamnya .
` hingga hasilnya dapat anda lihat seperti dibawah ini “yang berwarna hitam”


Langkah 7
Setelah semuaya selesai sekarang anda dapat memberinya warna, degan sesuai kebutuhan
Untuk memberinya warna anda dapat menggunakan papan menu yang ada di
sebelah kanan corel anda sebelumnya jangan lupa untuk menyeleksi terlbih dahulu object yang akan anda beri warna nantinya..
Dan endingnya tergantung kreatifitas anda masing – masing lagi ..

Hasil Akhir

>> Good Luck Brother n sister .

Desain Grafis Pengertian

Pengertian Desain Grafis



  • 131
Pengertian Desain GrafisIlmu Grafis Referensi Desain tentang Pengertian Desain Grafis berasal dari pustaka. Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar.
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object.
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”.
Grafika adalah segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak. Contohnya adalah: foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.
Dalam bahasa Indonesia, kata “grafis” sering dikaitkan dengan seni grafis (printmaking) dan desain grafis atau desain komunikasi visual.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
Perancang grafis atau sering disebut dengan desainer Grafis (bahasa Inggris: Graphic Designer) adalah profesi yang menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion. Seorang desainer grafis menciptakan karya untuk penerbit, media cetak dan elektronik, seperti brosur dan mengiklankan produk. Mereka bertanggung jawab untuk sebuah tampilan agar tampak menarik, yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk materi promosi yang berkaitan dengan produk dan publik.
Perancang Grafis bertugas untuk menyampaikan sebuah informasi yang diinginkan oleh produk / klien dalam bentuk desain yang menarik. Seorang Desainer harus memiliki minimal 7 ( tujuh ) Dimensi Keilmuan yaitu :
  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial Dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat Dan Etika
    Point satu sampai lima digunakan untuk mengetahui cakupan hasil karya yang dituju sesuai dengan target tertentu.
  6. Kemampuan olah nirmana
    Dipakai untuk membuat hasil karya grafis yang menarik sekaligus mempunyai fungsi dan manfaat yang sesuai.
  7. Software Desain Grafis
    Digunakan untuk menerapkan kreasi ide grafis pada media elektronik sehingga dapat dibuat massal atau untuk kebutuhan krusial lainnya. (artikel lengkap ada di kemampuan wajib desainer grafis)
Banyak sekali software-software yang digunakan dalam dunia Desain Grafis diantaranya adalah : Adobe Photoshop, Corel Draw, Ilustrator dan lain sebagainya… sehingga seorang Desainer Grafis dapat memilih software andalannya dalam mengerjakan project Designnya.

Adobe Photoshop

Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto, pengolahan gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar bitmap untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan Adobe lainnya.
Kelebihan Adobe Photoshop
Adobe Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang Desainer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Adobe Photoshop, beberapa diantaranya yaitu:
  1. Membuat tulisan dengan effect tertentu.
    Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya
  2. Membuat tekstur dan material yang beragam.
    Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
  3. Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
    Dengan Photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga Photoshop dapat merubah foto seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalam Design Grafis disebut vector and vexel.
  4. Memproses materi Web.
    Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Kelemahan Adobe Photoshop
Dengan berkembangnya versi Photoshop sekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.

CorelDraw

CorelDraw adalah software yang dibuat oleh perusahaan Corel Corp yang digunakan untuk membuat, mengolah dan mencetak objek grafis berformat vektor. Meskipun demikian CorelDraw juga seringkali digunakan untuk mengolah objek bitmap yang bersifat simple task atau pekerjaan yang bersifat umum.
Kelebihan CorelDraw
  1. Interface dan penggunaan tool sangat mudah
    Sangat terasa ketika kita menggunakan bezier tool, dibandingkan dengan menggunakan pen tool pada photoshop atau adobe illustrator. Ketika hasil objek diolah menggunakan shape tool maka tanpa harus ada tool satu persatu untuk pengubahan mode garis smooth, simetris dan cusp.
  2. Proses pembuatan dan pengeditan objek cepat
    Tidak ada layer visible atau tanpa dipengaruhi layer. Karena layer pada CorelDraw dibuat tak terlihat atau bersifat idle. Dengan adanya hal ini maka proses pemilihan objek juga cepat. Dan juga dengan satu atau dua tool saja, kita bisa membuat dan mengedit objek.
  3. Ada blending color atau pencampuran warna secara live
    Maksud blending adalah mencampur antara warna satu dengan warna lainnya. Contohnya mencampur warna merah dengan warna hijau maka akan secara otomatis warna hasil adalah warna pencampuran dengan scala tertentu.
  4. Hasil trace, pengubahan bitmap ke vektor cukup baik
    Pengubahan dari bitmap ke vektor sangat banyak digunakan, ini dikarenakan sifat vektor yang tidak pecah saat ada proses transformasi. Tracing bitmap tersedia dalam berbagai mode pilihan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  5. Untuk proses cetak hasil memuaskan
    Maksudnya perbedaan antara tampilan pada layar monitor dan hasil cetak tidak terlalu banyak. Sehingga bisa dibilang hasil cetak sesuai dengan apa yang ditampilkan pada layar monitor. Juga bisa digunakan untuk separasi sablon. Tentu saja agar dapat menjadi optimal kita harus mengkalkulasi ulang dan menyesuaikan beberapa has seperti layar monitor, tinta printer, kertas printer dan jenis printer itu sendiri.
Kekurangan CorelDraw

Model visualisasi yang digunakan untuk digital seperti komputer dan piranti elektronik lainnya hasil kurang bisa memuaskan terutama pewarnaan yang tidak bisa secerah Adobe Illustrator. Meskipun bisa disiasati tetapi masih dengan cara yang agak lama.

Desain Grafis Pemula

Cara Belajar Desain Grafis untuk pemula

Ilmu grafis 11 tips belajar desain secara otodidak cukup bisa menginspirasi Anda pemula di bidang desain sekaligus trik belajar desain cepat mudah untuk pemula. Hampir semua skill yang saya miliki saat ini diperoleh secara otodidak. Diantaranya saya peroleh dari internet, video tutorial, dan sebagian lagi dari buku. Menurut saya pengalaman dalam belajar secara otodidak ini sudah layak ditulis.
Sejak dalam instruksional desain ada tiga hal maka dalam proses desain akan melibatkan ketiga hal tersebut. Namun untuk belajar sendiri apa yang pertama kali perlu dilakukan adalah merupakan suatu yang tidak pasti, ibarat desain adalah kotak persegi bisa saja Anda mempelajarinya dari samping kiri atau tengah atau bahkan dari ujung. Namun kesemuanya akan mengarahkan Anda kepada apa yang disebut dengan desain. Mungkin, apa yang dihasilkan, proses belajar, pola pikir, kemampuan, imajinasi dan lingkungan bisa saja berbeda untuk menciptakan apa yang disebut dengan desain itu sendiri. Kita punya tahapan kita masing-masing yang membuatkemampuan desain kita berbeda meskipun kita memulainya secara bersamaan.
Perlu saya tekankan disini bahwa desainer bukanlah mereka yang mampu atau pintar menggunakan software desain saja. Desain tidak melulu mengenai software yang bahkan menggambar pada buku gambar adalah mendesain. Ada serangkaian daftar tips yang saya buat sendiri sekaligus tambahan dari usulan teman-teman untuk belajar desain yang menurut saya bisa dijadikan panduan untuk melakukan hal tersebut, setidaknya saya mendapatkan apa yang saya inginkan untuk masalah ini. Panduan ini bukanlah panduan dasar yang saklek / rigid dan selalu seperti itu, bisa saja berbeda dengan lainnya.

1. Kenali cara berpikir Anda

Lebih tepatnya adalah kenali siapa diri Anda. Kita dalam mendesain selalu bekerja dengan skala dominan adalah estetika. Estetika ini masuk dalam seni yang diatur oleh otak kanan. Seperti yang saya sampaikan pada artikel proses kreatif desain yang mengungkap cara kerja otak kiri dan otak kanan dan begitu pula pada belajar desain instruksional yang merupakan langkah pendekatan pendidikan program sarjana desain. Untuk mengetahui apakah Anda pengguna dominan otak kiri atau otak kanan ada juga tes untuk mengetahuinya.
Dengan mengetahui bahwa Anda pengguna dominan otak kiri atau kanan, nantinya Anda akan dapat melakukan sesutu untuk menanggapi hasilnya. Seperti melatih otak kanan Anda, melakukan sesuatu yang imaginatif dan berkreasi. Atau bahkan bisa menentukan potensi Anda dalam bidang ini. Begitu pula Anda akan mengetahui cara belajar Anda.
Belajar desain secara otodidak sedikit banyak akan mengarah pada desain praktis (belajar yang mengarah pada praktek) yang membuatnya susah atau perlu waktu yang lama untuk memahami konsep desain. Cara belajar berbeda-beda, setiap orang mempunyai cara belajar mereka masing-masing. Sebagian orang mungkin lebih suka belajar teori kemudian menerapkannya. Sebagian lain mungkin akan melewatkan teori dan langsung pada praktek. Sebagian mungkin lebih mudah memahami dengan studi kasus atau observasi dari proyek desain orang lain.
Kenali juga media belajar yang cocok buat Anda. Apakah Anda lebih nyaman belajar lewat lewat buku, tutorial tertulis, atau mungkin video tutorial? Apakah Anda lebih nyaman dengan pembahasan yang detail atau yang sifatnya teknis, langsung praktek? Untuk mengetahui cara belajar ini membutuhkan eksperimen, mencoba-coba yang kemudian dievaluasi hasilnya. Langkah ini mungkin membutuhkan waktu lama, tapi setelah ini dikuasai, proses belajar Anda akan lebih mudah.
Pada dasarnya dengan mengenali diri kita sendiri kita akan mengetahui apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, Anda akan dapat bersikap.

2. Pelajari Prinsip dan Instruksional Desain

Tentu saja Anda wajib tahu tentang prinsip desain, banyak diantara mereka penggila desain tidak mengetahui hal ini namun seringkali menggunakannya secara tidak sadar. Dengan mengetahui prinsip desain terlebih dulu akan membantu Anda untuk membuat karya desain yang tidak hanya menarik namun juga penuh manfaat dan mengedukasi. Banyak yang suka desain (mereka yang berkata asalkan dilihat menarik dan wah, ya sudah) akan kehilangan makna desain mereka, mereka tidak bisa menjabarkan maksud yang mendalam atas apa yang mereka buat biasanya akan susah berkomunikasi dengan klien.
Sebagai contoh riil adalah jika Anda tahu perasaan senang dapat diperoleh dengan menggunakan warna kuning (psikologi warna), tentunya untuk menggambarkan kesenangan Anda tidak mewarnai proyek desain Anda dengan warna ungu yang berkesan sedih. Atau juga dalam komunikasi visual Anda bisa mengetahui penggunaan ruang kosongdan nirmana sebagai acuan pembuatan karya desain yang baik dan benar (padahal dalam seni desain tidak ada baik dan benar, namun pendekatan ini masih saja perlu).
Hampir dalam setiap level pembelajaran masih ada dasar-dasar atau pendekatan-pendekatan yang dapat dijadikan acuan untuk melakukannya dengan tepat. Bahkan dibidang seni murni sekalipun masih ada dasar-dasarnya. Mungkin bagi yang berbakat dibidang seni desain tidak terlalu membutuhkan ini, bagaimanapun seni desain tetap ada pelajarannya yang diakui didunia seni desain. Kita tidak bisa mencampakkannya begitu saja sementara orang lain belajar tentang hal tersebut, minimal sekedar tahu, Anda tidak harus mempelajarinya secara mengakar dan malah ribet.

3. Tentukan Bidang Desain

Menentukan bidang desain akan banyak berpengaruh pada apa yang akan Anda pelajari dan apa yang akan Anda hasilkan. Jika Anda menentukan dibidang logo yang sudah itu saja, jangan beralih terlalu cepat sehingga Anda tidak matang dibidangnya. Dunia desain sangatlah luas, Anda tidak bisa mempelajari kesemuanya dan mahir di kesemua bidang. Dengan menentukan bidang desain seperti halnya Anda akan mengetahui batasan-batasannya. Seperti software, teknologi, alat desain, fasilitas, biaya, waktu, tenaga,bahasa dan sebagainya.
Terkait dengan bahasa; desain berupa tutorial, review, showcase dan lain sebaginya banyak yang menggunakan bahasa inggris merkipun ada translator seperti google translate namun hasilnya masih kurang memuaskan. Ada baiknya Anda juga sedikit belajar bahasa Inggris.
Ada berbagai macam bidang desain dengan syarat kemampuan dan kecakapan desaintertentu yang hampir kesemuanya bisa menghasilkan uang. Namun tidak bisa dipilah-pilah terlalu banyak, ya cuma gara-gara tidak mungkin bisa ditulis disini karena saking banyaknya. Namun bisa saya tulis secara umumnya.
  1. Advertising (desain grafis untuk periklanan)
  2. Software Design (desain untuk user interface software)
  3. Web Design (desain tampilan website)
  4. Movie Production (desain movie title, motion graphic)
  5. Animation (Design Animator, Character Design, Illustrator Design)
  6. Music Visualizer (Visual Jokey, Video Maker)
  7. Game Design (desain tampilan game, desain karakter, environment)
  8. Printing Industry (manajemen produksi, packaging)
  9. Editorial Design (layout koran, desain majalah)
  10. Book Design (desain buku)
  11. Information Design (desain peta, sign system)
  12. Interactive Design (desain aplikasi ATM, skenario interaksi user)
  13. Branding Company (logo, identitas, brand developer)
  14. Type Design (desain huruf, eksperimen tipografi) dll

4. Pelajari Software Desain yang sesuai

Belajar software desain masuk dalam bidang keterampilan dan ilmu pengetahuan. Pelajarilah software desain yang potensial dan sesuai dengan bidang desain yang Anda inginkan. Akan sangat lucu jika Anda ingin belajar desain digital sementara Anda tidak menguasai software desain yang memang berbasis digital. Software merupakan alat desain sekunder, alat utama desainer adalah otak mereka, bagaimanapun menguasai software desain namun tidak ada proyek desain yang Anda hasilkan tanpa estetika atau ide kreatif desain di dalamnya akan membuatnya terlihat ‘kering’ dan tidak mengkilat. Jadi teringat kata-kata teman ‘Good design always made for good purpose’.
Dan seringkali kemampuan software desain menjadi hambatan untuk memvisualisasikan ide kreatif kita. Seperti halnya untuk membuat objek tiga dimensi dalam illustrator namun Anda tidak tahu cara membuatnya, hal ini akan bermasalah dan menjadi kendala yang cukup strategis. Meskipun bisa kita cari jawabannya, namun tetap akan menghambat proses seperti pada saat pengerjaan proyek desain kita (ingat! deadline).
Software desain jumlahnya sangat banyak saya sarankan Anda perlu ketahui jenis, nama dan kegunaannya. Sekedar tahu saja tidak menjadi masalah, karena dengan mengetahuinya mungkin suatu saat nanti akan bermanfaat.

5. Belajarlah dari seorang ahli.

Belajar secara otodidak berarti Anda memiliki sedikit bahkan tidak ada kesempatan untuk bertanya. Usahakan Anda belajar dari orang-orang yang terbaik dibidangnya yang bisa mengajarkan dengan mudah dan jelas, mungkin tidak banyak orang yang bisa mengajari Anda tapi pasti ada.
Jangan belajar dari pemula! Pengetahuannya yang terbatas mungkin malah menyeret Anda ke teknik-teknik yang sebetulnya tidak praktis atau malah tidak berguna. Lebih baik belajar langsung dari para ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Mencari seorang ahli tidak sesulit kedengarannya. Di internet, mereka akan ada di situs-situs besar. Di buku, mereka bisa ditemukan di penerbit-penerbit terkemuka. Mudah bukan?

6. Kurangi bertanya, gunakan Google!

Di internet ada banyak orang yang baik hati yang menulis tutorial gratis, artikel gratis,software gratis, buku gratis, dan banyak lagi. Itu dilakukan karena memang mereka bisa dan mereka mau. Ini bukan berarti bahwa Anda bisa begitu saja menyuruh mereka unu selalu menjawab atas apa yang Anda tanyakan. Biasakan untuk selalu mencari solusi permasalahan Anda sendiri. Dengan begitu Anda akan merasakan betul atas apa yang Anda usahakan.
Jika ada masalah ketika belajar, mulailah dengan mencari pertanyaannya di Google. Mudah saja, tinggal tuliskan pertanyaannya. Database wordpress rusak, tulis saja “restore database wordpress rusak”. Mau mengubah nomor chapter di InDesign, tulis saja “changing chapter number in InDesign”. Saya jamin Anda akan memperoleh banyak link dan alternatif jawaban dari hampir setiap pertanyaan Anda.

7. Buat atau gabung komunitas

Komunitas yang baik biasanya aktif, ada kegiatan, dan dinamis. Ada dua jenis komunitas yaitu komunitas di internet dan satunya komunitas di dunia nyata.
Pada komunitas didunia maya ada sengkaian etika dan cara yang tersendiri. Sebelum bertanya, pastikan Anda telah mencari di arsip lama. Menanyakan pertanyaan yang sudah ada bisa jadi membuat Anda dianggap spammer. Biasakan juga untuk ikut aktif berdiskusi di pertanyaan-pertanyaan. Ingat bahwa tujuan forum adalah sharing, bukan untuk kita pribadi.
Pada komunitas didunia nyata biasanya cukup terbatas, hal ini disebabkan adanya pembatasan wilayah, pembatasan keikutsertaan (member), pembatasan kepemilikan (ex: komunitas fotografi wajib punya kamera), dan pembatasan usia. Namun hasil yang bisa diperoleh dari komunitas di dunia nyata ini cukup signifikan, seperti memberi semangat kepada Anda untuk terus melangkah maju dan sebagainya.

8. Kurangi pengalih perhatian

Perhatikan apa saja faktor yang bisa mengganggu proses belajar Anda. Faktor ini mungkin saja facebook, twitter, email, atau bahkan pacar dan orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda harus sendirian, silakan pindah ke kamar tertutup, yang penting tidak ke kamar tidur.
Facebooktwitter, koprol dan jejaring pertemanan lainnya memang bisa membuat Anda tidak fokus namun itu semua hanyalah fasilitas atau sebuah alat. Jika Anda benar-benar memahami apa yang Anda inginkan, cobalah untuk selalu mencari teman desainer. Dengan cara demikian ada kemungkinan menjadi bukan lagi pengalih perhatian.
Pengalih perhatian bisa saja waktu dan kondisi Anda sendiri, dan kadang tidak bisa dihindari seperti kewajiban mengurus anak Anda yang masih kecil, segeralah untuk mengurangi beban tersebut. Bukan berarti Anda menghindarinya tetapi kurangi semua beban dan pengalih perhatian tersebut. Beranilah untuk berkata tidak pada hal-hal yang tidak strategis atau krusial yang bisa menambah pengalih perhatian Anda.

9. Aturlah lingkungan Anda

Seperti apa yang psikolog katakan bahwa lingkungan akan mempengaruhi pola pikir dan kecenderungan Anda. Bila Anda ingin belajar desain akan sangat memungkinkan Anda mempelajarinya dengan cepat dan mudah jika orang-orang disekeling Anda adalah desainer. Carilah teman desainer yang ada didunia nyata dan begitu pula dunia maya. Kemudian Percakapan Anda, tingkah laku Anda dan cara pikir Anda sedikit-demi sedikit akan bergeser menjadi seolah-olah Anda adalah desainer.

10. Mulai dengan garis besar baru menuju detail

Di kelas, Anda belajar dengan panduan kurikulum. Materi belajar dimulai dari tingkat awal dan berangsur-angsur makin tinggi. Ketika belajar otodidak, kita mengatur sendiri apa yang akan dipelajari. Sebaiknya mulailah dengan mempelajari garis besar untuk memahami peran setiap materi.
Misalnya Anda ingin belajar membuat brosur yang menarik. Secara garis besar, biasanya desain dimulai dari membidik gamabr dengan kamera, mengeditnya dengan photoshop, baru kemudian dikumpulkan beserta tulisan brief pada CorelDraw atau Adobe InDesign. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah memahami seni dan prinsip dasar desain yang baik kemudian barulah Anda menggunakan software semisal Photoshop dan coreldraw. Dengan memahami alur ini, proses belajar akan lebih terarah dan tentunya menghemat waktu.
Belajarlah secara bertahap, sebenarnya itu yang ingin saya sampaikan. Pelajarilah sedikit-demi sedikit dan jangan malu mengakui kemampuan Anda yang ada sekarang. Ada baiknya Anda membuat blog atau sejenisnya untuk menampilkan kemampuan Anda pada about. Mungkin pada awalnya tidak ada kemampuan desain sama sekali, namun sedikit demi sedikit akan berganti. Tulislah perubahan kemampuan secara berkala sehingga Anda mengetahui secara jelas apa yang Anda punya.

11. Tentukan Tujuan Anda Sekarang

Sekali lagi ini menjadi bahasan yang teramat penting untuk ditinggalkan dalam tulisan ini. Seorang tanpa tujuan yang pasti akan selalu goyah pada perjalannya sebelum apa yang dicarinya mulai kabur dan pergi menjauh. Maksud utama dari point ini adalah jika Anda sudah mengetahui apa saja pekerjaan yang ada dalam ruang lingkup desain, maka Anda sudah wajib untuk memilih mana yang sesuai dan cocok untuk Anda. Dengan menentukan jenis pekerjaan, bayaran yang ingin Anda capai, hasil desain yang ingin Anda raih, statusbisnis, status sosial, waktu Anda ingin mencapainya, kemampuan yang mana Anda mau pelajari dan masih banyak lagi. Bukankah belajar sudah seharusnya menghasilkan? dan akan lebih menarik jika kita menyukainya sekaligus mendapatkan uang darinya bukan?
Tentukan sekarang! Dan akan mengarahkan Anda pada sesuatu yang pasti dengan ruang lingkup pasti, waktu yang pasti, hasil yang pasti, dan kemampuan yang pasti. Jika tidakYou are not into that. Hal ini akan memicu adrenalin Anda untuk berbuat lebih dan lebih lagi. Tujuan Anda akan mengarahkan Anda padanya. Setidaknya Anda berusaha untuk mencapainya.
Tidak mudah belajar desain, tidak semudah membalikkan tangan. Anda akan memerlukan proses dan biarlah waktu menentukan kemampuan Anda. Anda akan diuji dengan berbagai kesulitan ketika mempelajarinya. Tapi yakinlah dengan tekad, passion dan semangat Anda pasti bisa!.

Desain Grafis Stiker

Part 2

 

Langkah 11

Buat layer baru lalu lukis hitam di sisi stiker dengan brush besar dan lembut (Hardness: 0%). Tekan Ctrl + Alt + G untuk mengubahnya menjadi Clipping Mask. Bagian belakang stiker akan terlihat kotor.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 12

Seleksi path stiker lalu tekan Ctrl + Enter untuk mengubahnya menjadi seleksi.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 13

Buat layer baru lalu isi seleksi dengan hitam. Klik Filter > Blur > Gaussian Blur untuk melembutkannya. Kita akan menggunakan ini sebagai bayangan sisi belakang stiker pada sisi depan stiker.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 14

Ulangi proses tadi untuk menambah bayangan yang lebih lembut. Simpan layer bayangan ini tepat di atas layer sisi depan stiker. Tekan Ctrl + Alt + G untuk mengubahnya menjadi Clipping Mask. Dengan cara ini, bayangannya akan tepat berada di sisi depan stiker.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 15: Bayangan Stiker

Buat lagi seleksi untuk sisi depan stiker dengan cara mengaktifkan path-nya lalu tekan Ctrl + Enter.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 16

Buat layer baru di belakang stiker. Isi seleksi dengan hitam lalu haluskan dengan Gaussian Blur.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 17: Teks

Duplikasi path lingkaran dari Langkah 7. Aktifkan tool Type lalu klik di dalam path untuk menambahkan teks tepat di dalam lingkaran. Tambahkan teks yang sesuai dengan keperluan.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 18

Agar teks mudah terbaca, kita perlu membuatnya lebih terang. Klik ganda layer teks lalu tambahkan Outer Glow dengan warna putih dan mode Screen.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah19

Di titik ini, pembuatan stiker sudah selesai. Namun, kita bisa menambahkan langkah lain agar kita bisa mengatur warnanya secara mudah. Buat adjustment layer Hue/Saturation. Duplikasi seleksi path untuk sisi depan stiker. Tambahkan path ini ke dalam layer mask vektor adjustment layer tadi. Dengan cara ini, adjustment layer Hue/Saturation ini akan hanya mempengaruhi stiker dan tidak pada bagian lainnya.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 20

Tambahan adjustment layer Hue/Saturation memungkinkan Anda untuk mengubah warna stiker hanya dengan mengatur slider yang bisa ditemukan di panel Properties.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Hasil Akhir

Saya harap Anda belajar banyak dari tutorial ini. Di bawah adalah hasil akhir tutorial yang kita peroleh.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Desain Grafis Stiker

Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Part 1

Tutorial kali ini akan membahas cara mendesain ikon stiker terbuat dari vector shape di Photoshop. Untuk membuatnya terlihat realistik, kita akan memperbaiki vector shape ini dengan brush secara manual dan juga layer style. Pastikan Anda telah mengetahui dasar cara menggunakan adjustment layer sebelum mengikuti tutorial ini.

Preview

Inilah hasil yang akan kita peroleh.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Detail Tutorial

  • Tingkat Kesulitan: Pemula, Menengah
  • Software yang Digunakan: Adobe Photoshop
  • Teknik yang Dipelajari: Layer Mask, Layer Style, Vector Shape
  • Lama Pengerjaan: 25 menit

Tutorial

Langkah 1: Persiapan

Kita mulai dengan membuat file baru di Photoshop. Tekan Ctrl + N lalu buat kanvas baru berukuran standar web.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 2

Lanjutkan dengan mempersiapkan latar. Klik ikon Add Adjustment Layer dan pilih Solid Color.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Pilih warna latar yang akan digunakan. Saya menggunakan kuning, tidak ada alasan khusus.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 3

Klik ganda layer lalu tambahkan Pattern Overlay. Gunakan salah satu pola pixel dari PSDfreemium.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Tampilan latar yang diperoleh.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 4: Memecah Bagian Stiker

Sebelumnya, kita perlu memahami bahwa stiker ini sebetulnya dari dua bagian. Pertama, bagian depan beserta bayangannya. Kedua, bagian belakang stiker yang terkelupas. Dalam proses pengerjaannya
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Bagian depan stiker.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Bagian belakang stiker.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Bagian depan dan belakang digabungkan membentuk stiker yang terkelupas.

Langkah 5: Bagian Depan

Buat sebuah vector shape berbentuk lingkaran lalu potong dengan sebuah polygon yang diset ke mode Subtract.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 6

Klik ganda layer vector shape tersebut lalu tambahkan Inner Shadow dan Gradient Overlay. Kedua style ini akan memberi efek pencahayaan sehingga permukaan stiker terlihat alami.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Hasil yang diperoleh setelah pemberian Layer Styles.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 7

Kita akan membuat bagian dalam stiker lebih terang. Tambahkan lingkaran dengan radius lebih kecil di dalam stiker. Klik ganda layer lalu tambahkan Layer Style Stroke dan Gradient Overlay. Untuk Gradient Overlay, digunakan gradasi pelangi yang dibuat miring. Perlu beberapa kali eksperimen untuk menentukan kemiringan yang tepat di pilihan Angle. Turunkan Fill layer hingga 0% agar isi layer hilang dan hanya tersisa efek Layer Styles saja.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 8

Klik ganda layer dan aktifkan Layer Mask Hides Effect. Tambahkan layer mask pada layer shape lingkaran. Lukis dengan hitam untuk menyembunyikan sebagian efek lingkaran.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 9

Sekarang kita akan mulai membuat bagian belakang stiker yang terkelupas. Gunakan kombinasi lingkaran dan polygon hingga terbentuk lingkaran terpotong.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop

Langkah 10

Tambahkan lagi Inner Shadow dan Gradient Overlay.
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop
Menggambar Stiker Realistis dengan Vector Shape di Photoshop