Wednesday, December 4, 2013

Makna Desain Batik (Part2)

Sejarah Batik di Yogyakarta
Karena Solo dan Yogyakarta terletak berdekatan dan keduanya merupakan kota batik tradisional asli maka timbullah pertanyaan apakah ada perbedaan antara batik kedua tempat itu. Dewasa ini boleh dikatakan ada percampuran sehingga sukar menentukan asal usulnya barang modern. Namun begitu juga ada beberapa ciri umum yang memperlihatkan perbedaan gaya dan warna.


Perbedaan batik Yogyakarta dan Surakarta yaitu terletak pada:
  • Jalur miring desain parang di Solo jalannya dari kiri atas ke kanan bawah, sedangkan di Yogyakarta dari kanan atas ke kiri bawah. Batik yang bermutu baik hampir tidak ada perbedaaan antara bagian depan dan bagian belakang. Karena itu bisa dipakai bolak-balik. Perbedaan hanya akan nyata kalau si pemakai mengenal tradisinya dan mengikuti cara memakainya.
  • Perbedaan yang lain adalah warna dasarnya. Di Yogyakarta ialah penggunaan motif-motif geometris. Para penyelidik mendapatkan bahwa banyak diantara desain-desain geometris klasik ini juga terdapat pada obyek-obyek kuno yang banyak diantaranya sudah lebih dari 1000 tahun umurnya. maka sebagian orang menganggap batik sudah ada dalam masa itu. Sebagian lain berpendapat bahwa motif-motif kuno itu mungkin sudah dikenal pada waktu itu tetapi tidak berarti bahwa sudah diterapkan dalam pembatikan. Tiap desain geometris mempunyai nama dan arti simboliknya sendiri. Mula-mula arti khususnya asal mula menentukan bagi saat-saat motif dipakai. Meskipun desain kawuing kelihatan berlainan sekali yaitu bentuk-bentuk bulat telur dengan beberapa titik di dalamnya tetapi dianggap sebagai desain geometris juga. Desain ini kelihatan seperti buah yang dibelah dua atau seperti biji-biji. Ada banyak varian dari desain tersebut dan sering dipakai dalam kombinasi dengan motif-motif lain.
Cara pemakaian dengan mencampur bermacam-macam desain disebut tambal. Teknik ini tidak hanya diterapkan di yogyakarta tetapi dimana-mana di seluruh Jawa.
Di Yogyakarta dan banyak tempat lain dahulu dibuat bermacam-macam batik yang khusus untuk cinderamata. Ukuran dan desain bagi keperluan ini biasanya berbeda sekali dengan batik tradisional. Sering berupa kain-kain hiasan dinding atau kain yang sesuai untuk dipasang atau digantung di atas cerobong asap di kamar-kamar duduk di eropa. Bagi kebanyakan orang Eropa ini merupakan cinderamata batik yang bisa dibawa kembali ke negaranya. bagi pembatik bentuk ini merupakan gaya yanng berlainan sekali dan diberi nama "Batik Kompeni".

No comments:

Post a Comment